Kumpulan Cerita Lucu Terbaru
  • Home
  • Cerita Lucu
  • Tebak2an Gaul
  • Kata Bijak
  • SMS Gaul
Beranda » Ketenagakerjaan » Pengalaman Julz Setiawan Mencairkan JHT di Kantor Jamsostek Tanggerang

Pengalaman Julz Setiawan Mencairkan JHT di Kantor Jamsostek Tanggerang

Berikut ini adalah pengalaman Juls Setiawan dalam mengurus klaim uang JHT (Jaminan Hari Tua) Jamsostek di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Tanggerang.

Prosesnya mungkin saja bisa berbeda dengan kantor-kantor cabang BPJS TK di kota-kota yang lainnya, terutama dalam hal pengaturan antriannya. Ada yang mengambil formulir hari ini tapi untuk proses pencairan besok, seminggu lagi, bulan depan, bahkan di beberapa di daerah ada yang menunggu sampai tahun depan.

Pengalaman saya sendiri mencairkan JHT di Pekanbaru, ternyata cukup berbeda dengan Mas Julz Setiawan yang mencairkan di Tanggerang. Tapi harap diingat, perbedaan itu hanya pada antriannya saja, untuk persyaratan dan berkas-berkas yang harus dibawa, semuanya sama. Di semua kantor cabang BPJS TK di seluruh Indonesia, persyaratannya sama.

Sebelumnya terima kasih untuk Julz Setiawan karena sudah berbagi pengalaman di blog ini melalui komentar. Karena menurut saya ini bisa dijadikan pelajaran bagi teman-teman yang lain, akhirnya komentar tersebut saya edit sedikit, kemudian saya posting dalam bentuk artikel. Selamat dibaca.

Baca Juga: (Cerita Pembaca tentang Pencairan JHT BPJS TK)




Permisi saya hanya ingin share pengalaman saja.

Kebetulan saat ini saya hanya tinggal menunggu masuknya transfer uang JHT dari Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan ke rekening saya. Berikut ini kronologi yang saya dalam proses mencairkan uang JHT.

Pada Tanggal 17 September 2015 lalu saya mendatangi kantor cabang BPJS Ketenagakerjan/Jamsostek Tangerang 1 yaitu di Cikokol. Di sana saya mengantri untuk mendapatkan tanggal antrian dan formulir pengajuan pembayaran JHT. Pada tanggal tersebut saya cukup membawa foto copy KTP, fotocopy Kartu Keluarga, fotocopy Paklaring dan kartu jamsostek. Yang aslinya nanti pas datang lagi pada tanggal yang tercantum di form. Dan saat itu, saya mendapatkan antrian untuk datang lagi pada tanggal 20 Oktober 2015.

Dan tadi, tanggal 20 oktober 2015, saya datang kembali ke kantor tersebut untuk melakukan proses pencairan. Di kedatangan yang kedua ini, persyaratan yang harus dibawa adalah sebagai berikut:

1. Fotocopy KTP dengan menyertakan yang Asli.
2. Fotocopy Kartu Jamsostek dan juga wajib membawa yang asli.
3. Fotocopy Kartu Keluarga serta yang asli.
4. Fotocopy paklaring serta yang asli.
5. Fotocopy Buku tabungan dan yang asli. Buku tabungan harus nama sendiri.

Pokoknya selain membawa salinan alias fotocopy, semua berkas yang asli juga harus dibawa. Setelah itu kita disuruh duduk menunggu dokumen-dokumen tadi dipereriksa oleh security. Harap dokumen yang fotocopy dan yang aslinya disatuin dalam satu map. Setelah itu kita bakal dipanggil lagi untuk masuk ke sebuah ruangan beserta peserta-peserta yang lain, yaitu ruangan proses pencairan.

Baca Juga: (Tips Supaya Lancar Dalam Mencairkan Uang JHT BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek)

Di ruangan itu, nanti kita akan dipanggil oleh petugas Jamsostek untuk interview seputar nama Ibu kandung, kapan terakhir kita berkerja, dan apa jabatan terakhir kita di perusahaan. Udah cuma itu aja sih.

Oh iya untuk pencairannya semua memakai sistem transfers. Walaupun saldo JHT-nya di bawah 5 juta tetap memakai sistem transfer ke rekening bank. Tidak ada yang dibayar tunai saat itu juga. Proses terkirimnya 10 hari paling cepat, dan 15 hari paling lama. Dan itu berlaku untuk semua bank. Mau BNI, BRI, Mandiri, BCA dan lain-lainnya semua sama.

Begitulah proses mengurus pencairan JHT di kantor BPJS TK Tangerang 1. Entah kalau di daerah lain mungkin bisa berbeda-beda peraturannya.

Syarat yang diatas itu berlaku bagi yang berhenti berkerja sebelum 1 September 2015. Kalau berhenti kerjanya setelah tanggal itu, ada dokumen tambahan yaitu surat dari Disnaker.

Dan satu lagi, verifikasi sistem komputerlah yang nantinya menjadi final pemeriksaan dokumen. Jadi kalau teman-teman berbohong sudah tidak kerja padahal masih bekerja, atau berbohong berhenti kerjanya sebelum 1 September padahal berhenti kerjanya setelah 1 september, semua akan kedeteksi. Akan ketahuan dan pengajuan klaim JHT kita akan ditolak. Karena semua data-data kita sudah tersimpan di sistem Jamsostek.

Dan juga bagi yang sudah tidak berkerja dan ingin mencairkan dana JHT-nya, ada baiknya telepon dulu call center Jamsostek pusat di nomor 1500910. Tanyakan kartu masih aktif atau tidak. Soalnya kalau masih aktif bakal ditolak, walaupun statusnya sudah tidak kerja. Penyebab kartu masih aktif adalah karena perusahaan sebelumnya tidak melaporkan ke pihak BPJS Ketenagakerjaan kalau kita sudah tidak berkerja.

Sekian dari saya. Semoga paham dan dapat dimengerti. Dan juga semoga pengalaman ini bermanfaat bagi teman-teman peserta BPJS TK yang lain. Terima kasih.

Artikel Lainnya: (Himbauan Penting Untuk Peserta BPJS Ketenagakerjaan)
Tweet

Jangan sampai ketinggalan postingan-postingan terbaik dari Kumpulan Cerita Lucu Terbaru . Berlangganan melalui email sekarang juga:

Atau sobat juga bisa follow Kumpulan Cerita Lucu Terbaru dengan mengklik tombol di bawah ini:

follow mas sugeng

Ditulis oleh febic pada tanggal
Newer Post
Older Post
Home

CERITA LUCU TERPOPULAR

  • Cara Mengisi Formulir Pengajuan Pembayaran JHT
  • Beberapa Kendala Dalam Pencairan Uang JHT BPJS TK/Jamsostek Beserta Solusinya
  • Himbauan Penting Untuk Peserta BPJS Ketenagakerjaan
  • Surat Pernyataan Tidak Bekerja Untuk Klaim Semua Saldo JHT
  • Padatnya Antrian Pencairan JHT di Kantor-kantor BPJS Ketenagakerjaan
  • Fiksi Komedi Malam Minggu Hujan

Contributors

  • febic
  • siska
Copyright © 2014 Kumpulan Cerita Lucu Terbaru - Powered by Blogger
Template by Mas Sugeng - Versi Seluler